Nagasari

Bahan untuk 12 Bungkus:

  1. 200 gr tepung beras yang baru (pakai sediaan tepung jadi jika tak ada)
  2. 40 gr tepung tapioka
  3. 700 ml santan sedang (bisa diganti dengan 350 santan kental dicampur dengan 350 ml air)
  4. 150 gr gula kelapa atau aren, disisir halus (bukan gula merah dari tebu)
  5. 1/2 sdt garam
  6. 1-2 lbr daun pandan, potong2 atau ikat (jika ada)
  7. 6 buah nangka matang, potong dadu agak besar (pakai sediaan nangka kalengan jika terpaksa)
  8. 12 lbr daun pisang ukuran 18cmx20cm
BahanKueUtriNangka
GulaUntukUtriNangka
GulaMerahDiblender
LarutanGulaMerahHalus
MencampurGulaDenganTepung
SantanUntukUtriNangka
MenyaringAdonanUtri
IrisanNangkaUntukUtri
MemasakAdonanUtri
AdonanMatangKueUtri
NangkaUntukKueUtri
MembungkusUtri1
MembungkusUtri2
MembungkusUtri3
MembungkusUtri4
KueUtriMatang
Kue Utri Nangka

Kue Utri Nangka

Asal: Jawa Timur

Sumber: Inspirasi dari Warung "Pak Koro".

Tips!!

Jajanan ini sudah saya kenal sejak masa kanak-kanak, kadang dibeli Ibu saya untuk menemani minum teh atau sekedar pengganjal perut di pagi hari. Dijual di sebuah warung yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumah kami. Letaknya di jalan utama di seberang masjid desa. Layaknya restoran khas desa tempo dulu, letak warung menyatu dengan rumah sang pemilik. Menjual menu khas desa seperti Nasi Pecel, Nasi Tumpang dan berbagai macam jajanan pasar yang dibuat sendiri oleh Bu Koro. Dan tak ketinggalan sediaan kopi hangat mengepul yang dihidangkan sehabis sarapan. Tak heran warung ini sangat populer ibarat cafe untuk kumpul para Bapak2 di pagi hari sambil bertukar cerita sebelum bekerja.

Warung sekaligus rumah Bapak dan Ibu Koro juga menyimpan sejarah bagi kami anak-anak yang tinggal di sekitarnya termasuk saya. Waktu itu di usia saya yang masih SD, di pertengahan tahun 70an keluarga yang memiliki televisi bisa dihitung dengan jari tetapi keluarga Pak Koro adalah perkecualian. Beliau memiliki TV hitam putih ukuran 17 inci, dengan model lama yang dikemas dalam lemari kayu berkaki empat, dengan 2 penutup pintu yang bisa digeser ke arah kiri dan kanan seperti miniatur pintu ruko.

Dengan kebaikannya keluarga Pak Koro memperbolehkan kami anak2 tetangga setiap hari untuk melihat siaran dari chanel TVRI, satu2nya chanel yang ada waktu itu. Dan dengan semangat kami anak2 selalu hadir di sore hari dan tertawa terbahak-bahak setiap kali melihat acara iklan "Sarana Niaga" yang sedang menayangkan merek penyedap Ajinomoto dengan adegan pelawak Bagiyo dan Mak Wok yang lucu saat kehilangan sanggulnya yang copot. Kebahagiaan sejati anak-anak dalam keterbatasan!

Sayang warung Pak Koro sudah tak eksis lagi sejak Bu Koro berpulang dan tak ada penerusnya. Tapi kenangannya tak akan pernah saya lupakan dan terus mengendap, menimbulkan perasaan bahagia sekaligus haru setiap saya pulang kampung dan melihat bekas bangunan yang tak lagi berwujud.

Sebagai kompensasi untuk menggali kenangan masa kecil, saya bikin Kue Utri ini sebagai tribut kecil untuk Bapak dan Ibu Koro, terima kasih telah memberikan kenangan indah dalam perjalanan hidup kami. Catatan: Resep hanya berdasarkan reka-reka dan ingatan akan cita rasa yang masih bisa saya kumpulkan. Maaf kalau ada kekurangan. Semoga sesuai dengan selera anda.

Cara Membuat:

  1. Iris atau sisir halus gula kelapa. Jika gula agak keras dan susah larut, silahkan diblender dengan tambahan sedikit santan menjadi larutan gula kental. Sisihkan.
  2. Campur tepung beras, tepung tapioka dan garam di dalam mangkok atau gelas ukur yang agak besar.
  3. Tambahkan gula sisir atau larutan gula ke dalam mangkok.
  4. Tambahkan santan sedikit demi sedikit dan aduk hingga menjadi adonan yang rata.
  5. Cicipi adonan, jika perlu tambahkan gula pasir secukunya jika menurut anda kurang manis.
  6. Masukkan larutan tepung ke dalam panci perebus. Jika perlu saring dengan saringan halus jika adonan masih berbutir-butir tidak rata. Tambahkan daun pandan (jika ada).Sisihkan.
  7. (Adonan akan kelihatan sangat encer menyerupai konsistensi santan kental, tapi jangan kuatir, adonan akan mengental begitu dipanaskan).
  8. Potong-potong daging nangka sesuai selera. Sisihkan.
  9. Panaskan larutan tepung dengan suhu kecil-sedang (sekitar skala 4 dari 9,)sambil diaduk terus menerus.
  10. (Tips Penting: Jangan memasak dengan api besar atau meninggalkan adonan barang sejenak selama proses pemanasan dan pengadukan, jika terlewat sebentar saja adonan akan bergumpal2 tidak karuan!!
  11. Di awal proses pemanasan, adonan seperti bergumpal kecil2 dan matang tidak merata, abaikan dan aduk terus lama2 adonan akan halus dengan sendirinya)
  12. Masak sampai membentuk adonan yang matang, kental dan halus menyerupai adonan bubur sumsum. Angkat dari api.
  13. (Adonan sudah matang jika anda sendok adonan dari dasar panci, dasar panci akan licin dan adonan tidak meninggalkan bekas).
  14. Masukkan potongan nangka ke dalam adonan dan aduk rata. Sisihkan sebagian potongan nangka untuk topping saat membungkus (optional).
  15. Siapkan sepotong daun pisang. Beri 3-4 sdm adonan di tengah2 daun, beri toping kurang lebih 3-4 potongan nangka.
  16. Bungkus bentuk tum dengan langkah2 sesuai dalam gambar. Lakukan sampai adonan habis.
  17. Kukus dalam dandang selama 30 menit sejak uap air mendesis.
  18. Sajikan panas atau dingin sesuai selera.

Catatan & Tips :

  1. Daun pisang segar mudah sobek saat dilipat. Jika perlu lemaskan daun pisang dalam air mendidih atau letakkan di atas panci pengukus supaya lebih mudah dilipat sekaligus mencegah kebocoran.
  2. Kesalahan fatal yg sering terjadi saat membuat adonan adalah TIDAK SABAR dan mau cepat2 matang dengan memasak adonan langsung dengan api besar. Hasilnya adonan langsung bergumpal-gumpal tak karuan.
  3. Jika anda sudah memakai cara yang benar tapi hasilnya meleset karena faktor lain jangan langsung panik!! Selamatkan adonan anda dengan cara: Angkat segera dari api, beri air hangat untuk mengencerkan adonan, aduk2 adonan dengan gerakan memutar sendok spatula sekuat dan secepat mungkin sampai adonan agak rata, tambahkan 1 sdm mentega atau margarine dan panaskan kembali.






Reviews & Comments


  |  2015-01-09 11:32:05

Bunda Sri from Palembang says:

Assalamu’alaikum. Nostalgia dibalik kue naga sari nih mbak :) jadi inget juga sama TV yg tutupnya bisa dibuka kekiri dan kekanan. Tetangga ku jg punya TV kayak gitu. Zamannya masi nonton Serial Si Unyil, Oshin, Aku Cinta Indonesia, Losmen, dkk.. Kagak inget lagi dah. Hihi Mau nyobain bikin kuenya. Kayaknya gampang bikinya. Thanks mb resepnya

Wa'alaikum Salam. Komen Bunda bikin saya semakin melankolis nich. We are from the same generation!! Saya masih ingat semua tayangan di atas, wajah Oshin yang cantik dan innocent sedang menggendong beban berat dipunggung, ACI ..septian dan si judes Bu Bangun ha ha. Masih ingatkan acara Musik Aneka Ria Safari, suka geli kalau melihat balik gaya penyanyi kita menyanyi sambal berdansa dengan celana gombrang! Ah what a great memory, no??! Selamat Menikmati Utri sambil membayangkan kita nonton film Si Unyil dan lihat Pak Raden yang kikir, pasti kue utrinya semakin nikmat ha ha. Salam...Endang


Write your own review:

Your rating:

      
      
      
      
      
      

Your name:

Your location:

Write your text:

Write your review:




Copyright @ 2009- 2014 | all rights reserved Lestariweb.com | Design by Lestariweb.com

Contact Us   Sitemap   Impressum & Disclaimer

Thank's a lot for visiting our site. Have fun while cooking and enjoy your meal!

Endang Lestari