Dawet Ayu

Bahan Dawet:

  1. 150 gr tepung beras yang baru (pakai sediaan tepung jadi jika tak ada)
  2. 100 gr tepung tapioka kualitas bagus atau biasa disebut tepung sagu tani
  3. 750 ml air dingin
  4. 4 sdm air kapur atau ganti dengan 1/2 sdt soda kue/baking soda/Kaiser Natron)
  5. 1/2 sdt garam
  6. 8-10 biji buah nangka, potong2 dadu kecil
  7. 1 liter air es untuk menampung dawet

Larutan pewarna dari daun suji (ganti dengan zat pewarna makanan jika bahan tak ada):

  1. 10-12 batang daun suji atau ganti dengan 100 gr daun pandan wangi jika tak ada, potong2 halus
  2. 100 ml air

Bahan Santan:

  1. 800 ml santan agak kental atau 400 santan sangat kental dicampur dengan 400 ml air
  2. 1/2 sdt garam
  3. 2 lembar daun pandan, ikat

Saus Gula:

  1. 250 gr gula merah, sisir
  2. 250 ml air
  3. 1 lembar daun pandan, ikat
Membuat Warna Pandan
Membuat Warna Pandan
Adonan Tepung Dawet
Merebus Cairan Hijau
Adonan Dawet Mentah
Adonan Dawet Matang
Serok Untuk Membuat Dawet
Mencetak Dawet
Mencetak Dawet
Mencetak Dawet
Irisan Nangka
Bahan Racikan Dawet
Dawet Ayu

Dawet Ayu

Asal: Banjarnegara

Sumber: Kumpulan Resep Indonesia

Tips!!

Minuman tradisional yang dikenal luas di pulau Jawa. Waktu kecil saya sering membeli minuman ini dari ibu penjual dawet yang mojok di pasar tradisional di desa saya. Setahu saya si Ibu ini sudah lama sekali berjualan dawet mungkin sepanjang hidupnya. Tapi dawet di kampung halaman saya umumnya dikasih warna merah. Baru tahu dawet berwarna hijau setelah saya merantau, eh ternyata ada dawet dengan pewarna alami dari daun suji dan pandan yang terkenal yaitu Dawet Ayu Banjarnegara.

Meski menurut saya Dawet dari manapun bentuk dan rasanya hampir sama tapi keistimewaan Dawet Banjarnegara adalah disajikan bersama irisan daging nangka. Diminum saat cuaca panas hmmmmmm...segar dan nikmat!!

Meski kelihatan rumit, bikin dawet sebenarnya sangat gampang. Dan buat anda yang tidak punya saringan dawet atau cendol, tak usah kuatir. Silahkan mencoba metode sederhana yang saya praktekkan selama ini. Pakai alat yang anda pakai untuk meniriskan makanan setelah digoreng atau orang jawa menyebutnya "Serok" yang mempunyai lubang2 besar! Saya yakin alat ini tersedia di belahan bumi manapun anda tinggal. Dijamin dawet anda tak akan beda dengan yang dibuat dengan alat pembuat dawet. So tunggu apa lagi?? Selamat Mencoba dan semoga sukses ;-)

Cara Membuat:

    Membuat Pewarna Hijau Alami :
  1. (Lewati step ini jika bahan tak ada, solusinya campur 100 ml air dengan dengan 4 tetes bahan pewarna hijau, aduk rata).
  2. Cuci bersih daun suji atau daun pandan, potong2 atau iris halus, masukkan dalam blender atau stand mixer.
  3. (Pakai daun pandan jika daun suji tak ada. Jangan kuatir meskipun tak sekuat daun suji, warnanya tetap cantik dan aromanya lebih sedap).
  4. Tambahkan 100 ml air dingin, blender sampai halus.
  5. Saring dengan saringan santan dan tekan2 atau peras ampas daun pandan sampai semua sari warna keluar. Sisihkan

    Membuat Dawet:
  1. Campur tepung beras, tepung tapioka dan garam ke dalam mangkok yang besar.
  2. Tambahkan setengah bagian dari 750 ml air ke campuran tepung, tambahkan air sedikit demi sedikit dan aduk hingga menjadi adonan encer yang rata. Sisihkan.
  3. Masukkan sisa air ke dalam panci yang agak besar, tambahkan larutan daun pandan/larutan pewarna hijau dan air kapur sirih atau soda kue.
  4. Rebus air hingga mendidih, angkat dari api.
  5. Tambahkan larutan tepung ke dalam panci sambil diaduk-aduk hingga rata.
  6. (Adonan akan kelihatan sangat encer menyerupai konsistensi santan, tapi jangan kuatir, adonan akan mengental begitu dipanaskan)
  7. Hidupkan kembali api dengan suhu kecil, panaskan adonan sambil diaduk terus menerus.
  8. (Tips Penting: Jangan memasak dengan api besar atau meninggalkan adonan dawet barang sejenak selama proses pemanasan dan pengadukan, jika terlewat sebentar saja adonan akan bergumpal2 tidak karuan dan dawet anda bisa ancur2an!!)
  9. Di awal proses pemanasan, adonan dawet seperti bergumpal kecil2 dan matang tidak merata, abaikan dan aduk terus lama2 adonan akan halus dengan sendirinya)
  10. Dawet sudah benar2 matang jika terdengar letupan kecil dari dasar panci dan jika adonan anda sendok pakai spatula, adonan tidak akan meninggalkan bekas di dasar panci. Angkat.
  11. ** Masih dalam keadaan panas, ambil beberapa sendok adonan, taruh di atas serok dengan lubang2 besar, tekan2 sambil putar dengan spatula sampai dawet turun.(Lihat Gambar)
  12. Tampung dawet di dalam panci yang sudah diisi air es. Lakukan sampai adonan habis.

    Bahan Santan dan Saus Gula:
  1. Bahan Santan: Masak santan, garam dan daun pandan dengan api sedang sambil terus diaduk supaya santan tidak pecah hingga santan hangat, tidak perlu sampai mendidih. Sisihkan.
  2. Saus Gula: Masak semua bahan saus hingga gula larut dan cairan mengental. Angkat dari api.

    Cara Penyajian:
  1. Siapkan gelas atau mangkok saji. Masukkan 3 sdm atau sesuai selera saus gula, tambahkan dawet dan irisan daging nangka.
  2. Siram dengan santan. Dawet bisa disajikan dingin dengan tambahan es batu ataupun hangat, tergantung selera anda.

Catatan Tambahan:

  1. ** Membuat dawet dengan serok ini hanya untuk keadaan darurat bagi yang tidak punya saringan dawet. Gunakan cetakan atau saringan dawet/cendol jika anda punya.
  2. Jika anda memakai sediaan nangka jadi dalam sirup, campurkan sirupnya ke saus gula sekalian supaya saus bertambah banyak.






Reviews & Comments


  |  2014-11-08 13:32:33

taufik from bogor bukit waringin says:

lubang saringan terdekat waktu pilih yg bgmn dan kekentalan adonan bgmn, supaya nggak perlu ditekan

Cetakan dawet atau saringan yang besar diameternya kurang lebih 0.5 cm dan jarang lubang satu sama lain bervariasi antara 0.5 - 1 cm. Kalau masalah kekentalan ya mirip kosistensi bubur sumsum. Adonan dawet memang kental dan harus ditekan Boss apapun cetakan yg dipakai. Disitulah triknya butiran dawet tetap berbutir-butir setelah terbentuk. Kalau adonan terlalu encer nanti bakal hancur gak jadi dawet bisa2 jadi bubur dawet ;-). Semoga info ini membantu. Salam...Endang


  |  2015-02-19 17:43:19

Erni from Gresik jatim says:

Thanks banget ya sist :)

Sama-sama Sista Erni. Selamat Menikmati Dawet Ayu..semoga rasanya juga secantik namanya ;-). Thank sudah nyasar ke mari. Salam.....Endang


  |  2015-06-20 22:21:23

wahyuni from tulungagung says:

Mau tanya kenapa disaat setelah jadi atau setelah dicetak dawetnya gak tahan lama kekenyalannya...?

Hallo Yuni. Air kapur sirih di resep itu sudah berfungsi untuk mengenyalkan dawet. Setelah dawet jadi, simpan dalam kulkas bersama airnya sekalian supaya dawet tidak langsung hancur. Dawet buatan sendiri memang tak akan bertahan lama kenyalnya tapi sehat untuk dikonsumsi. Sekedar info, dawet yang bertahan kenyal meski disimpan berhari-hari di dalam kulkas itu justru berbahaya karena sudah dicampur bahan kimia yaitu tawas. Semoga info saya membantu dan berhati-hatilah saat membeli dawet jadi ;-). Salam...Endang


  |  2015-06-28 18:13:22

nfiptiani from Texas says:

Thx a lot for sharing this recipe... love it.

You are welcome Tiani ;-) Glad to hear that you love this! Love it too ;-). Regards...Endang


  |  2015-07-01 18:42:00

AFIF from Bengkulu says:

Kulo nuwon..., mbak apakah ampas dawetnya itu panjang2, maaf (seperti cacing).

Monggo ;-). Ampas apaan AFIF? Dawet kok pakai ampas ha ha. Ya emang dawet yang benar kedua ujungnya lancip kalau masalah panjang pendek tergantung kekentalan adonan dan seberapa kuat kita nekan adonan ke saringan atau cetakan dawet. Salam...Endang


  |  2015-07-23 22:44:25

novia from jogja says:

kalo pake tepung hunkwe perbandingan sama airnya gimana mbk? trus hasilnya lebih bagus pake hunkwe atau tepung beras campur tapioka? terimakasih :)

Hallo Novia. Saya pernah nyoba bikin pakai tepung hongkwe perbandingan air sama ..waduh hasilnya ancur-ancuran, baru saya panaskan dengan api kecil langsung bergumpal-gumpal tidak karuan, sudah saya coba pakai segala jurus untuk menyelamatkan tapi gak berhasil akhirnya terpaksa masuk tong sampah. Itu hasil eksperimen saya dengan tepung hongkwe, saya gak tahu saya yang lagi apes atau tepungnya yang bermasalah. Coba saja Novia, siapa tahu lebih beruntung ;-). Selamat Bereksperimen. Salam...Endang


  |  2015-09-27 20:57:01

Lina Anggraeni from Yogyakarta says:

Kula nuwun, saya juga pernah nyoba pake tepung hunkwe. Pernah lihat resepny dan coba2, ternyata ditungku baru sebentar cepat padat, akhirnya ndak jadi dawet, tapi kaya cenil jadinya, tinggal ditambah parutan kelapa segar+taburan gula pasir deh :D. Dawet hijau di asal kampungku sudah sering lihat, sya malah pengen dawet yg warna merah, pewarnanya saya pakai buah naga merah diblender lalu diperas.

Monggo Pinarak Lina :-) . Baca komen Lina jadi jadi cengengesan sendiri plus merasa terhibur ternyata saya tidak sendirian bikin dawet hunkwe GATOT alias gagal total. Bikin Dawet malah jadi cenil ha ha ha ;-D. Gagal di dapur memang biasa tapi dari situ kita belajar ya nggak? Thx sudah sharing info buat kita semua. Dawet juga bisa dibuat biri dengan bunda telang Lina siapa tahu mau eksperimen. Salam...Endang


  |  2015-10-10 21:04:19

putri from kudus says:

Sangat membantu

Semoga Putri. Ayo silahkan dicoba semoga sukses hasilnya. Salam...Endang


  |  2015-10-22 22:06:50

ashimah from says:

Waduh mbak..saya coba bkin dawet tp Kok hasilnya kya apa..ya..hihihi.. Msak ujungnya spt pentol korek daah gitu warnanya butek

Ha ha ha...Ashimah. Pulang kerja buka website langsung ketawa ngakak saya baca komen dawet penthol korek. Adonannya terlalu kelamaan dipanasin kali jadinya terlalu kental dan jadi susah lewat saringan dawet makanya ujungnya kayak penthol korek. Warnanya burek?? Wah kalau ini saya kurang tahu. Tapi ngomong-ngomong selain bentuk dan warna, gimana rasanya? Kalau rasanya enak, ya cuekin aja dech meski bentuk dan penampilan kurang aduhai, tul nggak? ha ha. Ayo coba lagi, gagal apalagi gagal total itu biasa dalam urusan masak, dari situ kita belajar, OK? Keep Cooking Ashimah ;-). Salam...Endang


  |  2015-11-22 20:54:24

from says:

kak maaf nanya.. emg dawet nya teksturnya lbh empuk ya kak dr pd cendol.. kan klo cendol kenyal2 gt.. nah klo ini lbh mudah lumer dmulut..

Ini siapa ya? ;-). Saking semangat sampai lupa nyebutin nama dan asal-usul he he. Tapi saya jawab dech..menurut saya dawet sama cendol itu kan sama saja Non. Bedanya emang ada dawet atau cendol yang dibuat dari tepung kanji bukan tepung beras, misalnya cendol/dawet khas Garut-Jabar. Di pasar-pasar tradisional juga lebih banyak cendol dari tepung kanji ini. Selain lebih kenyal juga lebih murah biar untung banyak ;-). Semoga memberi pencerahan. Salam...Endang


  |  2016-03-15 18:38:55

Bergum from Norwegia says:

Hei.. Mau tanya nih gimana kalo gak ad air kapur / soda kue/baking soda? Kalo baking powder sama gak sih sma baking soda?

Hallo Bergum. Backing Soda dan Backing Powder tidak sama tapi kudua-duanya mengandung salah satu bahan yang sama yaitu Natrium Bicarbonat. Fungsi sebenarnya sich untuk pengabang adonan. Kalau dlm pembuatan dawet, fungsi air kapur sirih/soda kue di sini untuk membaut dawet kenyal tidak cepat lembek. Coba saja pakai backing powder saya raya bisa juga. Tanpa memakai kedua bahan tsb dawet juga tetap jadi cuman ya konturnya agak lembek tapi gak pengaruh ke rasa. Baking Soda mudah sekali di beli di Eropa di supermarket besar, cari di bahan kue saya yakin pasti ada. Selamat Hunting ;-). Salamn...Endang


  |  2016-06-03 16:28:43

Roonie jhawir from Pemalang pulosari gambuhan perbatasan wi says:

Boss ane mau nanya nih? Klo gulanya ane bikin ngga ngental2. Pake gula merahnya yg. Mana soalnya ada yg rada coklat agak putih minta bantuanya ane baru jualan 3 hari dan sekalian minta doanya biar dawet banjar ada juga di kampung ane trimakasih

Boss sebaiknya pakai gula yang agak hitam dan lunak atau mudah diiris, itu biasanya lebih manis daripada yang warna coklat muda. Lagian kalau pakai gula yang gelap untuk bikin saus yg nggak kental warnanya tetap lebih gelap dan bagus untuk dawet. Kalau yang warna terang nanti sausnya cenderung pucat dan semakin pudar warnanya saat ditambahkan ke dawet. Kalau harganya tidak terlalu mahal usahakan pakai gula merah dari kelapa bukan dari tebu supaya sausnya lebih nikmat. Semoga info saya membantu. Selamat sudah berani buka usaha dan Saya doakan semoga sukses. Banyak pembeli banyak rejeki. Amien. Salam...Endang


  |  2016-06-04 18:19:43

masdar from tangerang says:

Hallo, mau nanya klo air kapur sirih bikinnya gimana...trims

Hallo Masdar, beli kapur sirih di pasar biasanya pada penjual bahan2 jamu atau supermarket (misal merk Rapindo) bukan kapur yg untuk ngecat lho ya ;-). Taruh kapur sirih dalam mangkuk atau gelas, tambahkan air kurang lebih 2 kali jumlah kapur. Aduk rata, lalu diamkan hingga kapur mengendap. Nanti ada2 lapis dalam rendaman, yaitu kapur yg mengendap dan air bening . Air kapur sirih adalah bagian bening yg di atas. Ini yg digunakan sebagai bahan campuran membuat kue. Kalau didiamkan semalaman akan didapat air kapur sirih yg sangat bening, sangat baik untuk digunakan sebagai bahan campuran kue atau jajan pasar, cendol, rempeyek, dll…. Ingat, yg digunakan adalah bagian air beningnya saja supaya rasanya tidak pahit. Semoga membantu. Salam...Endang


  |  2016-06-04 18:22:59

Roonie jhawir from Pemalang says:

Alhamdulillah lancar hari ini. laris manis to admin kebagian makasihnya. Trimakasih atas infonya

Selamat Boss.....Sebentar lagi bulan Ramadhan semoga dawetnya makin laris manis diserbu pembeli saat buka puasa. Amien. Jangan lupa jaga kualitas dan pelayanan. Sukses selalu. Salam....Endang


  |  2016-06-11 10:14:12

Septian Cipta Irawan from Jakarta says:

Articel dan comment commentnya sangat membantu. Kebetulan saya sedang punya usaha dawet. Saya melakukan eksperimen dengan pembuatan dawet,1 bungkus tepung hunkwee saya campur dengan tepung tapioka,perbandingannya 1:1,apa itu bisa dan benar? Campuran airnya kira kira 600ml. Kalo untuk mengenyalkan dawet harus pakai air kapur? Resep yg di kasih itu kira kira untuk berapa gelas? Boleh minta kontak pribadi? kirim email ke josh.luxiophoto@gmail.com Terima kasih.

Hallo Septian. Seperti pernah saya jawab di salah satu pertanyaan pembaca di atas, terus terang kalau bikin dawet dengan tepung hunkwe saya kurang tahu. Pernah nyoba tapi gagal TOTAL ;-(. Jadi saya gak bisa jawab apakah paduan tersebut benar atau tidak. Saya hanya bisa jawab ukuran air untuk melarutkan tepung, kira2 jumlah air sebanyak 3 X dari jumnlah tepung. Misal resep di atas perbandingan 250 gr tepung dilarutkan dgn 750 air, tak peduli tepungnya satu jenis atau campuran. Silahkan coba tips ini semoga berhasil. Maaf saya tidak bisa membantu lebih banyak dengan bahan tepung Hunkwe. Teorinya bisa tapi prakteknya lain dan dari komentar salah satu pembaca bukan saya saja yang gagal bikin dawet dari tepung Hunkwe ;-(. Salam....Endang


  |  2016-06-12 18:22:34

Septian Cipta Irawan from Jakarta says:

Terima kasih atas balasannya. Ya tidak masalah untuk tidak bisa memberikan jawaban hehe. Oh jadi campuran air sesuai dengan ukuran tepung di kalikan 3 ya? Nah ini nih,sementara dawet saya itu ada rasa rasanya,dan rasanya itu menggunakan powder. Baru kemarin pagi saya mencoba resep mas endang di atas dengan takaran yg sama cuma tidak memakai air kapur atau baking soda dan di campur beberapa gram powder,hasilnya tidak begitu kenyal. Apa memang mesti di campur air kapur atau baking soda ya? Dan tid

Betul Bos. Air kapur sirih itu wajib untuk bikin dawet biar kenyal. Soda kue hanya dipakai kalau kepepet gak ada air kapur sirih misal untuk yang tinggal di rantau. Kalau di tanah air kapur sirih murah dan mudah di dapat. Meski kelihatan sederhana tapi air kapur sirih ini punya efek besar untuk mengenyalkan adonan kue. Cara bikin air kapur sirih coba lihat tuch jawaban saya untuk Masdar. O ya untuk resep ini kira2 untuk 8 - 10 porsi tergantung gelasnya juga ;-). Selamat Bereksperimen kenbali semoga sukses. Salam....Endang


  |  2016-06-20 22:07:05

uswatun from jawa tengah says:

Mb adonan dawetnya tuh kek bubur sumsum gitu nggak atau encer

Dari pengalaman bikin tekturnya mirip kayak Bubur Sumsum Uswatun bukan encer. Selamat Mencoba Semoga Sukses. Salam...Endang


  |  2016-07-29 18:42:51

satria from grobogan jateng says:

alhamdulillah akhirnya nemuin juga artikel tanya jawab tentang cara membuat dawet ayu. saya mau nanya, klo cara membuat pewarna daun suji emang harus di rebus y... soale saya pernah nyoba ga di rebus. saya blender saya saring trs langsung saya campur ke adonan tepung lalu saya masak. tp hasilnya kayak bau daun mentah gitu. trs satu lagi, adonan cendolnya di campurin garam ngga..? trimakasih

Betul Satria. Sebaiknya memang pewarna daun suji direbus supaya tidak berbau langu kata orang jawa. Seperti tertulis di cara pembuatan, larutan pewarna dari daun suji ditambahkan ke air kemudian direbus sampai mendidih (Gbr.4), baru larutan tepung ditambahkan ke larutan daun suji yang sudah mendidih tadi (Gmbr 5), trus larutan tepung yg sudah berwarna dipanaskan lagi sampai siap menjadi adonan dawet (Gmbr 6). Dalam hal ini pelarut air suji direbus/dipanaskan 2 kali hingga benar2 matang dan tidak bau langu. Seperti tertulis di resep adonan dawet ditambah garam supaya rasanya tidak hambar. Semoga mendapat pencerahan. Salam...Endang


  |  2016-08-21 17:48:11

Afif Zam'i from Solo says:

Artikel yg top.. Sy rencana jg mau buka dawet mazBujang dg memadukan tepung onggok (sagu) dg ubi ungu.. tp hasil percobaan warna ungu agak gelap.. beda ketika bikin bubur sumsum dicampur ubi ungu.. warna ungu bisa cerah.

Hebat Bos dawet warna ungu belum pernah nemu saya. Salut nich dengan inspirasi Boss Afif, jadi pengusaha memang harus kreatif biar tambah sukses. Kalau dawet yang normal sudah banyak yang jual kalau warna ungu baru unik tuch. Semoga tambah sukses. Salam...Endang


  |  2016-09-13 21:43:30

Afif Zam'i from Solo says:

Artikel yg top.. Sy rencana jg mau buka dawet mazBujang dg memadukan tepung onggok (sagu) dg ubi ungu.. tp hasil percobaan warna ungu agak gelap.. beda ketika bikin bubur sumsum dicampur ubi ungu.. warna ungu bisa cerah.

Terima Kasih untuk sharing infonya tentang ubi ungu untuk pewarna makanan alami Afif. Semoga usaha yang direncakanan bakal sukses. Selamat Berjuang. Salam...Endang


  |  2016-09-26 20:57:01

Yorishya from Sumatera says:

Syalom admin. Btw mau nanya...ciri2 adonan yg sudah matang seperti apa ya ? Soal nya pernah pengalaman buat cendol...tp kok lembek dan mudah hancur setelah di cetak. Thx ya.

Salam Yorishya ;-). Lha sudah saya tulis tuch di atas di bagian cara membuat : Dawet sudah benar2 matang jika terdengar letupan kecil dari dasar panci dan jika adonan anda sendok/keruk pakai spatula/sendok kayu misalnya, adonan tidak akan meninggalkan bekas di dasar panci. Trus biar adonan kenyal/gak lembek ya itu kuncinya tambahkan air kapur sirih. Selamat Mencoba Semoga Sukses. Salam...Endang


  |  2016-10-05 20:25:20

syakir from medan says:

maaf, mau tanya, cara memasak gula merah nya gi mana ya, agar bsa kental kayak es dawet ayu yg di jual di pasaran itu, apa perlu pake maizena juga untuk mengental kan, terima kasih

Hallo Syakir, di resep ini saya bikin sirup gulanya biasa saja tidak terlalu kental. Tapi kalau mau membuat sirup gula yang kental pakai teori perbandingan 1 bagian air vs 2 bagian gula. Misalnya ingin sirup gula yang kental sebanyak 500 ml ya pakai 500 ml air dan 1 kg gula merah sisir. Dengan catatan pilih gula yang bagus/murni cirinya tak akan mengendap setelah menjadi sirup dan masak air dan gula dengan api kecil dan diaduk secara konsisten nanti lama2 akan mengental sendiri. Kalau sudah dingin, masukkan dalam botol tertutup, simpan di kulkas bisa bertahan selama 1 bulan. Saya pernah dengar juga trik dengan menambahkan 1 sdt tepung maizena atau tepung tapioka untuk mengentalkan sirup tapi belum pernah nyoba...Menurut saya kok kurang orisinal ntar sirupnya ;-). Tapi kalau Syakir mau nyoba dgn tepung ini ya silahkan he he. Salam...Endang


  |  2016-10-07 23:47:49

syakir from medan says:

alhmdulillah, dapat banyak faedah di sini, saya rencana mau coba jualan es dawet, pingin nya kayak yg di jual di pasaran, oh ya, mau tanya lagi, gula merah nya di tamba gula putih lagi gak ya? kemarin saya coba buat es dawet pake resep di atas, tapi jadi nya kok gak kenyal ya? lumer di mulut, apa nya yg salah ya? terus kira2 dawet nya di rendam pake air es nya berapa lama, he he banyak kali pertanyaan nya ya, moga gak bosan2 jawab nya. sekali lagi terima kasih atas jawab an nya, ni dulu

Hallo...Saya dukung penuh rencananya Bos ;-). Terus terang bicara dawet atau cendol ada 2 versi. Yg bertekstur kenyal dan berwarna bening itu biasanya dibuat dari tepung tapioka berkualitas bagus atau sering disebut tepung sagu tani. Trus yang bertekstur lembut dan warnanya agak pucat itu dibuat dari tepung beras dan sedikit campuran tepung tapioka seperti resep di atas. Kalau resep es dawet banjarnegara memang tipe yang kedua. Jadi kl Syakir mau bikin yg kenyal-kenyil seperti yang dijual di pasar tradisional itu ya bikin dari tepung tapioka saja. Dan jangan lupa tambahkan air kapur sirih untuk meningkatkan kekenyalan. Kl sudah jadi simpan dawet dgn airnya dikulkas sampai dihidangkan. Bisa jg dibungkus dalam kantong2 plastik bersama air esnya jangan ditiriskan dawetnya saja biar awet kenyal. Dari pengalaman saya tidak pakai tambahan gula putih kalau bikin sirup gula. Tapi kalau mau dicampur ya silahkan. OK, Selamat Berjuang semoga usaha sukses banyak rejeki. Salam..Endang


  |  2016-10-15 13:22:38

nes from merauke says:

kapur sirihnya sama gak ya dgn kpur siruh yang digunakan tuk makan pinang?

Hallo Nes. Ya sama memang itu yang dimaksud. Makanya dinamakan Kapur Sirih karena jenis kapur tersebut lazim digunakan sebagi pelengkap daun sirih dan pinang dalam budaya mengunyah sirih. Yg jelas kapur sirih tidak sama dengan kapur bahan bangunan !! Kapur sirih merupakan jenis yang aman untuk dikonsumsi. Semoga membantu. Salam....Endang


  |  2017-05-11 21:19:44

ali mahmudi from demak says:

Sudah beberapa pertanyaan dan jawaban saya baca dan sangat membantu untuk para pemula... Tapi saya kurang mantap kalau tidak menanyakan sendiri...baru saja saya mencoba resep yang bos tulis,dan jadi nya menurut saya cukup puas,dan yang ingin saya tanyakan, bagaimana supaya dawet tetap awet bisa sehari/ dua hari, tetap kenyal(tidak jadi bubur)apakah menggunakan air kapur sirih,kalau iya " perbandingan paling bagus berapa? Atas waktu dan pencerahan nya Maturnuwun

Hallo Ali. Selamat Datang di forum tanya jawab pembuatan dawet ;-D. Selamat untuk percobaan pertama sukses. Menjawab pertanyaan, perbandingan bikin air kapur sirih atau perbandingan air kapur sirih dalam adonan dawet?. Kl point pertama untuk bikin air kapur sirih yg bagus 1 bag kapur sirih vs 2 bagian air. Endapkan semalam ambil air beningnya saja jangan keikut kapurnya nanti rasanya pahit. Trus kl maksunya poin 2 spt resep di atas kira2 4 sdm untuk 750 ml air. Kl jumlah banyak tinggal kalikan saja. Memang air kapur sirih yg menjaga kekenyalan dawet 1-2 hari. Simpan bersama airnya ya jangan dawetnya saja biar dawet gak hancur atau lengket satu sama lain. Tapi ingat dawet yg sehat untuk dikonsumsi gak awet berhari-hari lho. Kalau yg kenyal sampai seminggu justru berbahaya untuk dimakan krn mengandung bahan pengawet kimia yg tidak layak dikonsumsi. Semoga membantu. Salam ;-)....Endang


  |  2017-05-22 21:55:30

rudi from yogja says:

Saya mau tanya soal cara membuat santan yang benar benar bisa kental apa d campur maizena.. Biar kental kayak yang d pasaran itu....tanks

Hallo Rudi. Tepung Maizena memang sering dipakai untuk mengentalkan saus. Meski tidak saya pakai untuk mengentalkan santan tapi sering pakai untuk mengentalkan kuah Cap Cay misalnya. Silahkan kalau mau diaplikasikan ke santan. Rumusnya 1 sdm tepung untuk 250 ml cairan/santan yang akan dikentalkan. Caranya larutkan tepung maizena dalam AIR DINGIN dgn perbandingan 1:1. Contohnya 1 sdm tepung larutkan DULU dalam 1 sdm air dingin aduk sampai benar2 larut. Kemudian campurkan sedikit demi sedikit ke dalam cairan yang akan dikentalkan dan panaskan dgn api sedang sambil diaduk terus menerus sampai cairan/santan mendidih & mengental. Tanpa pemanasan tepung tidak akan mengental jadi pemanasan hukumnya wajib. Jangan sekali-kali mencampurkan tepung saja apalagi ke cairan yg sudah panas nanti hasilnya gumpalan/titik2 tepung di dalam santan ;-). Selamat Mencoba semoga penjelasan saya memuaskan. Salam...Endang


  |  2017-06-12 22:18:39

andriani from madiun says:

Saya mau menanyakan bagaimana membuat rasa santan tetep gurih meski dicampur pecahan es, di pasaran saya lihat penjual dawet santannya dicampur sekalian dengan es batu,tp rasanya tetep enak. Saya praktik sendiri setelah 2 jam rasa santannya sudah tidak gurih lagi.atas ajarannya saya haturkan terima kasih.

Hallo Andriani. Maaf ya jawabnya telat krn lagi liburan nih. Website ii cuman bisa saya update dari home cumputer. O ya waktu bikin santannya diberi garam kan biar gurih. Trus satu lagi kunci supaya santan gurih santan harus homogen alias tidak pecah saat membuatnya. Kalau bikin santannya banyak dan campuran dari santan encer dan kental bikinnya harus bertahap. Panaskan yang encer dulu sampai panas baru tambahkan santan kental dan aduk terus dengan suhu sedang sampai mendidih. O ya ngomong2 kenapa santannya langsung dicampur dgn dawet semua. Saran saya lebih baik simpan terpisah dan baru dicampur saat akan dihidangkan. Itu saja saran dari saya semoga membantu. Salam....Endang


  |  2017-06-12 22:08:14

Artha from Jakarta says:

Ini bisa bertahan brp lama

Hallo Artha. Dari pengalaman bertahan 2 hari disimpan di kulkas.


  |  2017-06-12 22:07:32

Cjozy from Palopo sulawesi selatan says:

Saya mau nanya ne,. Sya ada rncarna jualan Es Dawet dlm bln puasa ini dkmpung sya palopo, tpi msih bngung untk eksperimennya, pertnyaannya: jika tpung beras 250grm tpung, tapioka 250grm dan air 600ml apakah teksturnya sdh baik? Trmksh.

Hallo Ostar. Maaf telat njawabnya soalnya lagi liburan. Ok langsung saya jawab semoga masih membantu. Kalau paduan yang Ostar sebut itu terlalu kental krn jumlah tepung hampir menyamai jumlah air. Nanti tepungnya belum matang air sudah habis tapi teksturnya sangat kental nggak bisa ditekan ke saringan Ostar. Sebagai petunjuk perbandingan tepung(tunggal ataupun campuran tepung) dengan air itu 1 berbanding 3. Contoh 250 gr tepung berbanding 750 ml air. Itu perbandingan yang ideal untuk adonan dawet. Selamat Mencoba Semoga sukses. Salam...Endang


  |  2017-07-30 22:59:51

Anto from Jambi says:

Sya mo nanya cr buat saus gula yg bagus gmn?Dksh garam pa g,terus BRP perbandingannya.trm kah sblumnya.

Hallo Anto, di resep ini saya bikin sirup gulanya biasa saja tidak terlalu kental perbandingan 1 bag air: 1 bag gula. Tapi kalau mau membuat sirup gula yang kental pakai teori perbandingan 1 bagian air vs 2 bagian gula. Misal ingin sirup gula yang kental sebanyak 250 ml ya pakai 250 ml air dan 500 gr gula merah sisir. Dengan catatan pilih gula aren yg bagus/murni cirinya mudah diiris dan tak akan mengendap setelah menjadi sirup dan masak air dan gula dengan api kecil dan diaduk secara konsisten nanti lama2 akan mengental sendiri. Kalau sudah dingin, masukkan dalam botol tertutup, simpan di kulkas bisa bertahan selama 1 bulan. Untuk menambah rasanya biar legit tambahkan 2 sendok gula putih untuk setiap 500 gr gula merah dan 1/2 sdt garam biar lebih gurih. Saya pernah dengar dgn menambahkan 1 sdt tepung maizena/ tapioka untuk mengentalkan sirup tapi belum pernah nyoba...Menurut saya kok kurang orisinal ntar sirupnya ;-). Tapi kl Anto mau nyoba ya silahkan he he. Salam...Endang


  |  2017-08-09 00:42:27

Sinta from Norge says:

Hi. Mau tanya nih Kalo tepung berasnya di ganti pake Hunkue bisa gak yah? Konsisten sama rasanya sama gak yah? Dulu saya pernah buat pertama kalinya tapi pas di ceta adonannya agak keras gitu, jadi agak susah untuk di cetak. Udh gitu setelah di cetak si dawetnya itu malah gak berbentuk setelah masuk air dingin. Kira2 salahnya apa yah? Mohon minta masukkan dan tipsnya yah trimakasih




Write your own review:

Your rating:

      
      
      
      
      
      

Your name:

Your location:

Write your text:

Write your review:




Copyright @ 2009- 2014 | all rights reserved Lestariweb.com | Design by Lestariweb.com

Contact Us   Sitemap   Impressum & Disclaimer

Thank's a lot for visiting our site. Have fun while cooking and enjoy your meal!

Endang Lestari