Featured Recipes


Indonesisches Restaurant

Makan lesehan di restaurant Sunda © Endang Lestari


Kuliner Indonesia


Terletak tepat di garis katulistiwa dengan 17.000 pulau dan 300 suku bangsa yang tersebar di seluruh kepulauan Nusantara, menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar sekaligus negara paling beragam di dunia. Setiap pulau memiliki keunikan tersendiri baik dalam karakter, bahasa, suku bangsa, kultur dan tentunya masakan tradisional.


Selama beberapa abad, kuliner Indonesia berkembang dengan pengaruh negara-negara manca yang sempat menjejakkan kaki di bumi Nusantara, antara lain: Para pedagang dari India, Cina, Arab kemudian disusul oleh petualang dari negara-negara Eropa yaitu bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda yang mengarungi kepulauan nusantara untuk mencari rempah-rempah yang tidak terdapat di tempat lain selain di pulau Maluku, contohnya pala. Beberapa negara tersebut sebagian menetap ( pada era imperialisme) dan memperkenalkan budaya kuliner dari negara asal mereka yang akhirnya membaur dengan kuliner asli Indonesia. Hasil pembauran inilah yang menciptakan budaya kuliner Indonesia saat ini.


Terlepas dari perbedaan yang sangat beragam, bangsa Indonesia mempunyai kesamaan dalam tata cara makan. Nasi merupakan makanan pokok hampir di seluruh kepulauan Indonesia kecuali di Ambon dan Irian Jaya di mana penduduk di kedua daerah tersebut mengkonsumsi sagu dan ubi jalar sebagai makanan utama.


Straßenrestaurant

Penjual Bakso Keliling
© Reinhard Kuchenbaecker

Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim yang tidak mengkonsumsi daging babi. Tetapi masakan dari daging babi masih bisa ditemukan di daerah yang mayoritas penduduknya non muslim misalnya di pulau Bali, Sumatra Utara atau Sulawesi Utara.


Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sangat beragam dan rahasia kehebatan masakan khas Indonesia adalah penggunaan bumbu dan rempah-rempah segar. Artinya masakan dibuat dari daging segar, sayuran segar, rempah dan daun-daunan segar yang langsung dimasak dan dihidangkan secepatnya. Bumbu utama biasanya digiling sampai halus, dicampur dengan bumbu tambahan kemudian dimasukkan atau dituangi cairan kuah. Santan adalah media paling popular yang sering dipakai di beberapa masakan daerah Indonesia.


Umumnya setiap suku bangsa atau kelompok masyarakat memiliki masakan khas andalan masing-masing yang rasanya mempunyai kecenderungan tertentu, misal : pedas, manis atau asam manis. Contohnya penduduk Minangkabau cenderung menyukai masakan yang pedas, tetapi orang Jawa lebih suka makanan yang agak manis.


Di era modern sekarang ini di mana setiap orang lebih menyukai kepraktisan, kita bisa mendapatkan hampir semua bumbu masakan di Supermarket dalam bentuk bubuk atau bumbu instant. Adalah hak masing-masing individu untuk menggunakan bahan-bahan tersebut di atas, tetapi jika kita ingin menikmati masakan Indonesia dengan baik dan benar sesuai rasa aslinya, membuat bumbu sendiri merupakan pilihan terbaik. Bumbu instant tak akan menyamai bumbu segar buatan kita sendiri.


Situs resep masakan Indonesia yang sederhana ini saya susun sebagai tribut kecil untuk negara saya tercinta Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman kuliner daerah. Sudah menjadi impian saya sejak lama untuk memperkenalkan budaya kuliner Indonesia kepada dunia luar agar mereka lebih mengenal budaya masakan kita, syukur-syukur bisa mengajak mereka untuk memasak sendiri di rumah.


Typical Indonesia Food

Tempe, Tahu, Sambal....Makanan khas Indonesia
© Endang Lestari

Karena saya bukan seorang chef professional, tentu saja situs ini jauh dari ukuran lengkap dan sempurna. Mohon dimaklumi kalau masih banyak kesalahan di sana sini. Saya sendiripun masih dalam tahap belajar. Belajar untuk mengenal masakan daerah lain yang sebelumnya bahkan belum sempat saya cicipi. Sebagian resep saya dapatkan dan saya pelajari dari keluarga, sebagian saya dapatkan dari teman, rekan kerja maupun modifikasi dan hasil "try & error" dari buku-buku kumpulan resep Indonesia yang saya koleksi selama ini.


Sebagai catatan tambahan, resep yang saya posting di sini tentu saja bukan sebuah referensi mutlak. Bahan dan jumlah bumbu bisa saja berbeda untuk resep yang sama tergantung daerah dan kebiasaan. Hal lain, karena keterbatasan bahan di tempat tinggal saya sekarang, beberapa di antaranya bahkan tidak tersedia, maka tidak menutup kemungkinan jika bahan tersebut terpaksa saya ganti dengan bahan kering atau bahan pengganti lain. Tetapi saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan versi aslinya. Saya percaya itu hal terbaik yang harus kita lakukan untuk menjaga kelangsungan kuliner asli Indonesia.


Bersama-sama mari kita jaga, kita lestarikan budaya kuliner warisan leluhur dan dengan bangga kita perkenalkan kepada dunia "Inilah Masakan Asli Indonesia".


Salam Kuliner, Endang Lestari









Contact Us   Sitemap   Impressum & Disclaimer